Cukil Kayu

BAB I

PENDAHULUAN

A. Deskripsi

Mata Diklat ini membekali peserta dengan pengetahuan tentang teknik kerja ukir/cukil, alat  yang digunakan untuk kerja ukir/cukil, cara menggunakan pahat ukir/nukil, serta cara mengukir/mecukil sederhana motif geometris.  Dalam penyajianya dilakukan dengan metode pembelajaran orang dewasa meliputi: ceramah, tanya jawab, curah pendapat, demonstrasi dan pelatihan.

B. Prasyarat

Sebelum mempelajari modul ini, Anda harus memiliki pengetahuan tentang

  1. Macam-macam jenis kayu
  2. Susunan serat kayu
  3. Jenis jenis pahat ukir/pisau ukir
  4. Kualitas pahat ukir/pisau ukir
  5. Cara mengasah dan merawat pahat ukir/pisau ukir
  6. Macam – macam pahat ukir

C. Petunjuk Penggunaan Modul

1. Penjelasan bagi Peserta.

    • Cermati isi modul secara keseluruhan.
    • Ikuti langkah-langkah belajar yang ada pada setiap modul
    • Perhatikan kesehatan dan keselamatan kerja
    • Selesaikan modul  sesuai dengan rentang waktu yang ditentukan.
    • Perhatikan dan ikuti prosedur penilaian sesuai dengan kriteria yang ada pada modul
    • Mengajak peserta untuk mencermati isi modul secara keseluruhan
    • Diskusikan dengan peserta untuk menyelesaikan modul sesuai dengan rentang waktu yang ditentukan.

      2. Penjelasan bagi Widyaiswara

      D. Tujuan Modul

      Setelah mengikuti pembelajaran mata diklat ini peserta diharapkan mampu memahami pengertian tentang teknik ukir/cukil, alat yang digunakan kerja ukir/cukil, cara menggunakan pahat ukir/nukil,  mengukir/menukil dasar motif geometris.

      E. Cek Kompetensi

      1.  Sebutkan macam alat dan bahan untuk melaksanakan pekerjaan ukir/cukil !

      2.  Jelaskan fungsi alat dan bahan untuk melaksanakan pekerjaan ukir/cukil !

      3.  Jelaskan teknik membuat ukir/cukil dasar !

      4.  Berikan contoh prosedur untuk membuat ukir/cukil  dasar geometris !

      BAB II

      PEMBELAJARAN

      Kegiatan Belajar

      Untuk menguasai teknik ukir/nukil atau nukilan kayu sepintas mudah dilakukan tetapi apabila dipraktekkan akan menemukan beberapa problem yang berkaitan dengan penguasaan  posisi pisau pada saat praktek. Karakter serat kayu  perlu diperhatikan agar dapat dikerjakan dengan mudah. Cara kerja atau dengan  ditorehkan  agar hasil nukilan  baik. Pemahaman gambar ornamen pada produk yang akan dibuat serta menguasi  ketrampilan memegang pisau cukil  agar penggunaan pisau cukil saat membuat produk nyaman sesuai desain / gambar rencana.

      Beberapa hal  diatas merupakan masalah yang harus dicoba, dipraktekkan dan dikuasai pada latihan dasar  cukil, agar  keteknikan dasar dikuasai

      Untuk obyek latihan dapat dibuat produk yang  sederhana dengan obyek bentuk  berupa torehan bentuk V pada komponen produk  berbentuk bidang datar untuk dijadikan tempat surat & ballpoint, jam duduk dengan hiasan ornamen geometris  sederhana/tidak rumit,sebagai tuntunan melatih ketrampilan dasar melaksanakan kerja ukir/nukil, misalnya membuat nukilan   unsur:

      1. Ornamen bentuk segi tiga dan bentuk garis zig-zag
      2. Ornamen bentuk  segi empat / belah ketupat
      3. Ornamen bentuk setengah lingkaran yang dibuat gelombang dll

      A. Kegiatan Belajar 1
      1. Tujuan Belajar

      Setelah mengikuti pembelajaran mata diklat ini peserta diharapkan mampu memahami  pengertian tentang teknik ukir/cukil, alat yang digunakan kerja ukir/cukil, cara menggunakan  pahat ukir/cukil,  mengukir/mecukil dasar motif geometris.

      2. Uraian Materi (Teori)
      1. a. Pengertian Teknik Ukir/Cukil

      Cukil kayu / woodcut yang sering disebut juga sebagai xilografi (xylography), sebagai teknis grafis paling awal, telah lama  ditinggalkan meskipun sebenarnya masih cukup bermanfaat bagi beberapa kebudayaan, mengingat kelebihan-kelebihan yang bermanfaat bagi perjuangan-perjuangan pada kondisi tertentu.

      Teknik cetak relief ini menghasilkan gambar maupun tulisan melalui proses pencetakan menggunakan permukaan lembar kayu ataupun lembar linoleum yang dipahat atau dicukil menggunakan tatah sebagai pencetak setelah dibubuhi cat atau pewarna pada kain maupun kertas yang sedikit dibasahi.

      Apabila ingin menggunakan kombinasi warna, maka kita harus menggunakan cetakan yang berbeda bagi setiap warna yang digunakan. Teknik pencetakan ini bertolak belakang dengan teknik cetak intaglio dan etsa (etching) yang justru bagian yang tergores menampung tinta yang kemudian dicetakkan pada kertas.

      Teknik cukil kayu ini di China telah digunakan untuk mencetak gambar dan tulisan sejak abad ke-5. sedangkan di Eropa teknik ini dikembangkan sekitar tahun 1400an hingga teknik serupa dimassalkan oleh Gutenberg.

      Di Jepang cukil kayu yang dikenal sebagai Ukiyo-e, pernah mengalami masa keemasan di masa periode Edo (1600-1868 Masehi). Cetakan-cetakan tersebut berupa fiksi yang banyak bersubyekkan dunia Geisha serta prostitusi yang marak di jaman feodal Jepang saat itu.

      Dengan adanya Restorasi Meiji, sebagai respon dari tekanan Komodor Perry bersama Delegasi Amerika dalam Perjanjian Tanagawa pada tahun 1854 untuk membuka pasar serta peradabannya. Setelahnya, para interprenur barat telah memboyong tradisi seni Jepang ke dunia barat terutama ke Paris.

      Setelah kedatangan mereka, produk-produk seni budaya termasuk tradisi cukil kayu membanjiri dunia barat terutama Paris yang menjadi pusat kesenian saat itu. para pelukis beraliran Impresionist maupun post-Impresionis beramai-ramai menggunakan semangat, teknik ataupun efek teknik Ukiyo-e dalam berkarya.

      Di Eropa banyak pula pekarya yang menggunakan media ini untuk berkarya serta mengekspresikan pandangan sosial politiknya. Sebut saja Kathe Kolwitz yang begitu menyentuhnya dalam menggambarkan pergolakan politik di masa dan tempatnya berpijak.

      Sedangkan di Indonesia cukil kayu menjamur sebagai alat untuk memotret realita. Penggunaan media cukil kayu pernah mencapai masa keemasannya ketika media ini diusung oleh Lembaga Budaya Kerakyatan Taring Padi yang berbasiskan mahasiswa-mahasiswa ISI (Institut Seni Indonesia). (Ukil Kayu Media Propaganda Kerakyatan. www.concern.net)

      1. b. Bahan yang Digunakan Kerja Cukil

      1). Kayu Jati

      Kayu jati atau latinnya disebut tectona grandis, adalah jenis kayu yang termasuk dalam kelas awet I-II, dan kelas kuat II. Kayu jati memiliki corak warna khususnya pada kayu terasnya coklat agak muda sampai tua kehijau-hijauan. Corak warna kayu jati ini mempunyai nilai dekoratif yang sangat indah dan menarik, menyebabkannya banyak diminati oleh para pengusaha mebel maupun industri pengolahan kayu.

      Selain keindahan corak, kayu jati mempunyai sifat pengerjaan yang mudah sampai dengan sedang, daya retak rendah, serat lurus atau berpadu walaupun memiliki tekstur yang agak kasar. Kayu jati dalam kegunaannya adalah termasuk kayu yang istimewa karena dapat digunakan untuk semua tujuan (serbaguna).

      2). Kayu Mahoni

      Kayu mahoni adalah klasifikasi yang termasuk dalam famili

      meliaceae. Ada dua jenis spesies yang cukup dikenal yaitu swietenia macrophylla (mahoni daun lebar) dan swietenia mahagoni (mahoni daun kecil). Mahoni daun kecil tidak dianjurkan untuk dikembangkan karena sangat peka terhadap serangan hama penggerek pucuk.

      Tanaman ini tumbuh pada tipe iklim A sampai D, yaitu daerah bermusim kering atau

      basah. Ketinggian tempat yang sesuai untuk tanaman ini berkisar antara 0-1000 m dari permukaan laut. Tinggi tanaman ini dapat mencapai 40 m dengan diameter batang dapat mencapai lebih dari 100 cm.

      Tajuknya berbentuk seperti kubah, kayu lunak atau gubal berwarna merah muda, sedangkan kayu teras berwarna merah hingga coklat tua. Kayu mahoni dapat dipergunakan untuk mebel, vinir, alat olah raga, alat musik dan keperluan bangunan. Agar diperoleh kayu yang berkualitas baik untuk pertukangan, kayu ini dipanen setelah berumur 30 tahun atau lebih.

      Mahoni berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Tanaman ini masuk ke Indonesia pada tahun 1872 melalui India, kemudian dikembangkan secara luas di pulau Jawa sekitar tahun 1892-1902. Pohon akan berbuah setelah tanaman berumur 12 tahun atau lebih yaitu pada bulan Juli sampai dengan Agustus. Buah yang masak berwarna cokelat hingga cokelat tua (PIKA, 1981).

      3). Kayu Suren/surian

      Kayu suren (toona sureni merr) merupakan jenis kayu yang

      memiliki warna merah daging. Kayu suren ini memiliki sifat kembang susut besar dan tingkat keretakan tinggi. Kayu suren juga memiliki tekstur yang agak keras dan agak halus, serat lurus bergelombang dan termasuk dalam kategori kayu kelas awet IV dan kelas kuat III-IV berat jenis kering udara rata-rata 0,39.

      Berdasarkan sifat-sifat yang ada, kayu suren ini biasanya digunakan untuk kayu perkakas, papan, peti, kotak

      serutu, kayu bangunan, plywood, rangka pintu dan jendela, kayu

      perkapalan, seni ukir dan pahat, potlot, moulding. (PIKA, 1981).

      4). Kayu Sungkai

      Kayu sungkai atau jati sabrang latinnya disebut pronema

      canescens Jac, adalah jenis kayu yang termasuk dalam kelas awet III, dan kelas kuat II-III. Kayu sungkai memiliki corak warna kayu teras kering udara putih kekuning-kuningan. Kayu sungkai mempunyai sifat pengerjaan mudah, namun daya retaknya cukup tinggi, serat lurus bergelombang dan memiliki tekstur agak kasar.

      Kayu sungkai dalam kegunaannya diperuntukkan sebagai kayu bangunan, kayu perkakas, lantai, papan, seni ukir dan pahat, finir mewah serta sebagai kayu ornamentil.

      5). Kayu Pulai

      Kayu pulai atau lame, legarang, stoolwood nama latinnya alstonia, adalah jenis kayu yang termasuk dalam kelas awet III-V, dan kelas kuat IV. Kayu pulai memiliki corak warna kayu teras kering udara putih kekuning-kuningan. Kayu pulai mempunyai sifat pengerjaan mudah, kembang susut sedang, serat berpadu dan memiliki tekstur agak kasarhalus.

      Kayu pulai dalam kegunaannya plywood, peti, seni ukir dan pahat, korek api, pulp, alat gambar, moulding, papan dan hack sepatu.

      6). Ampelas

      Ampelas

      1. c. Alat yang Digunakan Kerja Ukir/Cukil

      1).  Alat-alat Pokok

      Alat-alat pokok adalah perkakas yang harus disediakan dalam pekerjaan kriya,  alat-alat pokok berupa:

      a). Gunting

      Gunting tidak digunakan dalam pemotongan kayu. Namun, gunting digunakan sebagai sarana pembantu untuk memotong mal kertas atau karton.

      Gambar Gunting

      b). Pisau Cukil

      Pisau cukil dibuat dari besi baja dengan tangkai dibuat dari kayu. Cara pemakaian seperti memegang pensil atau pulpen layaknya menggambar tidak dipukul seperti pahat ukir. Pisau cukil yang digunakan pengrajin relief dan cinderamata di berbagai daerah di Indonesia bermacam – macam bentuknya. Pengrajin relief menggunakan pisau cukil yang bertangkai.

      Bentuk mata pisau lancip, datar, lengkung penggunaannya bisa diganti sesuai kebutuhan. Cara melepas/memasang mata pisau dengan memutar ring pisau, kemudian mata pisau dikeluarkan/dimasukkan dalam tangkai pisau yang ada ringnya. Ring pisau diputar kekiri untuk melepas dan kekanan untuk mengencangkan.

      Di Indonesia tidak terlalu banyak terutama untuk mata pisau utama, kecuali pisau tambahan. Pisau cukil  ini matanya dibuat  sesuai dengan keperluan. Pisau ini sangat berguna untuk membuat garis berbentuk V, cukilan kayu lunak bermotif geometris yang hasilnya hanya torehan/cukilan dangkal, seperti jenis ukiran geometris yang khas yang dibuat oleh pengrajin dari Toraja.

      Perawatan alat cukil (pisau cukil) pada dasarnya hampir sama perawatan dengan alat ukir/ pahat ukir, pisau dibuatkan sarung dari kulit/ kain yang tebal untuk menjaga mata pisau dari benturan benda keras dan keamanan dalam membawa.

      Gambar Pisau Cukil

      c). Pensil

      Pensil digunakan untuk membuat gambar kerja (mendesain) selain itu juga digunakan untuk menandai ukuran dan memindahkan gambar pola pada benda kerja

      Pensil ada beberapa jenis, ukuran dari  keras dan lunaknya. Contoh 2B, 4B,  6B dan sebagainya.

      Gambar Pensil

      d) Lem

      Lem kertas digunakan untuk merekatkan pola pada kayu yang akan dicukil

      Gambar Lem Kayu

      e) Kuas

      Kuas digunakan untuk mengoleskan bahan finishing dengan cara dicat poster hasil cukilan

      Gambar Kuas

      1. d. Cara menggunakan Pisau Cukil

      Pemakaian pisau cukil dengan cara seperti memegang pensil atau pulpen layaknya menggambar. Torehan miring kiri dibalas dengan torehan miring kanan/sebaliknya sesuai dengan garis gambar/desain ornamen yang dibuat  tidak dipukul seperti pahat ukir.

      Cara melepas/memasang mata pisau dengan memutar ring pisau, kemudian mata pisau dikeluarkan/dimasukkan dalam tangkai pisau yang ada penjepit pada bagian tengah tangkai pisau dan ringnya sebagai penguat. Ring pisau diputar kekiri untuk melepas dan kekanan untuk mengencangkan.

      Pemasangan dan pemakaian pisau cukil tersebut harus hati-hati dilakukan sesuai prosedur pemakian

      1. e. Mencukil Dasar Motif Geometris

      1). Merencanakan desain atau gambar kerja

      Gambar kerja merupakan tuangan ide yang unik lagi artistik pada suatu bidang gambar. Rencana atau desain ini harus dibuat terlebih dahulu sebab tanpa melalui fase ini proses pembuatannya nanti akan terhambat atau akan gagal.

      2). Memilah gambar

      Gambar yang dipilih beberapa alternatif yang dibuat karya cukil.Pilihan gambar dibuat jelas atau diperjelas  sebab akan dijadikan sebagai penghantar tinta dan mana yang bukan.
      3). Memindahkan rencana atau desain tersebut ke permukaan atau bidang papan kayu

      Gambar atau pola dibuat dengen sekala 1: 1 sesuai bentuk yang diinginkan dengan garis tegas dan jelas yang akan dicukil atau ditoreh.

      4). Menoreh atau mencukil

      Bagian yang tidak digunakan untuk menghantarkan tinta ( bagian negatif) dengan menggunakan pisau cukil( wood cut). Teknik mencukil ini hendaknya memperhatikan arah serat kayu, disamping itu kondisi alat cukilnya juga tajam.
      5). Penyelesaian cukil

      Setelah pekerjaan menoreh atau mencukil diangap selesai, maka acuan cetak telah terwujud, dengan demikian acuan siap untuk dilumuri warna atau tinta cetak terlebih dahulu.

      Pada prinsipnya setiap acuan atau bagian yang positif akan dipergunakan dalam proses pencetakan hanya untuk satu warna saja. Oleh karena itu bila menghendaki atau ingin membuat karya yang multi warna atau poli warna, maka acuan yang dipergunakan untuk menghantarkan warna harus sesuai dengan jumlah warna yang dikehendaki. Tanpa menyiapkan atau merencanakan desain yang lengkap atau rinci alan mengalami kesulitan dalam mencari ketepatan atau kesempurnaan hasil cetakannya.

      Dengan demikian untuk memudahkan dan mencari ketepatan atau kesempurnaan hasil karya, pertama-tama harus dibuat desain induk yang telah lengkap dengan warna yang dikehendaki,yang kemudian dibuat separasi gambar kerja. Sehingga untuk setiap warna ditera terpisah pada bidang bahan acuan yang berlainan

      3. Tugas

      4. Kunci Jawaban Tugas

      B. Kegiatan Belajar 2

      Mencukil dasar geometris untuk  membuat Tempat Foto.

      1. Tujuan Kegiatan Pembelajaran

      Setelah mengikuti pembelajaran mata diklat ini peserta mampu:

      1. Menjelaskan pengertian tentang teknik ukir/cukil
      2. Menguraikan bahan dan alat yang digunakan untuk kerja ukir/cukil
      3. Mengukir/mecukil dasar motif geometris
      4. Menggunakan pahat ukir/cukil
      5. Alat
      2. Uraian Materi (Praktek)

      Pisau cukil, gunting, pensil, lem, kuas

      1. Bahan

      Kayu mahoni ukuran 10 cmx15cmx 1cm, ampelas , no. 150/180 (sedang), no. 240/280 (halus), cat poster

      1. Proses Kerja

      1)    Persiapan

      a.)  Siapkan bahan, alat dan tempat kerja Anda

      b.)  Membuat pola gambar kerja pada bahan yang telah disiapkan, kemudian dikerjakan  sesuai  dengan gambar desain / pola.

      c.)   Cermati bentuk yang akan diraut sesuai pola dan prototype yang disediakan instruktur/pengajar.

      2)    Langkah Kerja

      a.)                                                          Merencanakan desain atau gambar kerja

      Gambar Merencanakan Desain

      b.)                                                          Memilah gambar

      Gambar Memilih Gambar yang Digunakan Cukil

      c.) Memindahkan rencana atau desain tersebut ke permukaan atau bidang papan kayu

      Gambar Memindahkan Gambar ke Permukaan Kayu

      d.) Menoreh atau mencukil

      Gambar Menoreh/mencukil

      e.) Penyelesaian cukil

      Gambar Penyelasaian Cukil

      3. Tugas

      Buatlah sebuah karya cukil dengan motif organis dalam bentuk karya hiasan atau benda fungsi

      BAB III

      EVALUASI BAB II

      A. Evaluasi

      B. Kunci Jawaban

      DAFTAR PUSTAKA

      ~ by engetazkameiyumna on 29/03/2010.

      Leave a Reply

      Fill in your details below or click an icon to log in:

      WordPress.com Logo

      You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

      Twitter picture

      You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

      Facebook photo

      You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

      Google+ photo

      You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

      Connecting to %s

       
      Follow

      Get every new post delivered to your Inbox.

      %d bloggers like this: